Miyuki menawarkan kepada Yuki untuk menjadi temannya. Namun Miyuki menjawab, "Tapi, selama ini aku tak punya teman."
"Maka dari itu, kamu mau ya?" kata Miyuki. "Sini, ikut aku! Akan kuperkenalkan kau kepada Konno," jawab Miyuki sambil menarik lengan Yuki ke arah Konno.
Konno melihat Yuki tanpa ekspresi dengan tatapan sinis. "Yuki..."
"Perkenalkan, aku Asami Konno dari kelas 2-2," kata Konno sambil tersenyum.
"Perkenalkan, aku Yuki Kazuki siswi 2-3," balas Yuki.
"Baikan, ya?" senyum Miyuki kepada mereka berdua. "Oh, ya! Untuk merayakannya bagaimana kalau kita makan dan jalan?" ajak Miyuki.
"Kalau begitu, ayo! Tapi sebentar, aku ambil tas dulu," jawab Konno lalu pergi.
Tak begitu lama, Konno datang dengan lari yang sangat kencang. "Yuk!" ajak Konno.
Saat dirumah makan mie ramen, Yuki mengawali pembicaraan. "Oh, ya! Kalian suka makan mie ramen?" tanya Yuki kepada Konno dan Yuki.
"Suka, suka banget malah," jawab Konno.
"Kita suka makan mie ramen itu sejak SD," lanjut Miyuki.
"Emang kamu juga suka makan mie ramen?" tanya Konno.
"Suka banget, sejak masih TK malah," kata Yuki.
"Oh, ya! Tadi pagi kenapa kamu sampai dilempar penghapus oleh Pak Ogata?" tanya Konno. Sunyi. Tak ada jawaban dari Miyuki.
"Hei!" bentak Konno. "Jawab pertanyaanku tadi, Miyuki."
"Eh... i... iya!" seru Miyuki. "Eng, aku hanya melamun saja, kok!"
"Ngelamunin apa?" tanya Yuki meneguk segelas teh.
"Aku cuma khawatir sama Miyusa," jawab Miyuki lirih.
Beberapa menit kemudian mereka meninggalkan kedai mie ramen itu. Ditengah perjalanan, Yuki berpamitan kepada Miyuki dan Konno. Tak lama, Konno juga pulang kerumahnya yang berlawanan arah dengan Miyuki.
"Bye," pamit Konno. Miyuki hanya melambaikan tangan pada Konno.
Dilain tempat, Airi Takahashi terkunci di dalam jeruji besi di dunia Deathland. Dengan lirih, gadis itu berkata, "Sesungguhnya... aku tidak pantas dikirim ke Neraka."
Terlihat sosok gadis berambut hitam panjang melintasi jeruji besi Airi. "Miyusa!" panggil Airi.
Miyusa menoleh ke arah Airi. Airi meminta tolong kepada Miyusa untuk membebaskannya dari jeruji besi itu.
Kemudian, terdengar suara orang bercakap-cakap.
" Gadis itu masih terkunci 'kan?"
"Tentu. Dia berusaha keluar dar jeruji besi itu."
"Apa gadis itu sangat kuat?"
"Tidak. Tapi dia pintar!"
"Baiklah. Suruh Miyusa untuk memberinya pelajaran di gudang."
"Baik."
Percakapan itu diakhiri dengan tawa.
Airi memohon kepada Miyusa, "Tolong keluarkan aku dari sini!"
Lalu, Black Diamond datang sambil memberikan sebuah cambuk kepada Miyusa. "Beri dia pelajaran, Miyusa!" seru Black Diamond. Miyusa mengangguk.
"Miyusa," panggil Airi.
Miyusa membuka pintu jeruji Airi. Lalu, ia menarik gadis itu dengan kuat dan dibawanya ke gudang.
"Miyusa! Mau kau apakan diriku ini!" bentak Airi.
Sesampainya digudang, Miyusa melempar Airi. Cambuk yang dipegang Miyusa diayunkan perlahan-lahan ke arah Airi. Kemudian, ia berhenti sejenak.
Kini, Miyusa mulai mengangkat cambuknya. Seolah-olah, cambuk itu terisi dengan kekuatan kegelapan. Dan...
"Black Thunder!" seru Miyusa.
CTARRR...... "Kyaaaaaaaaa!!" teriak Airi kesakitan. Seluruh tubuh Airi dipenuhi luka.
"Miyusa, ini Airi lho! Airi," kata Airi berusaha mengingatkan Miyusa. Miyusa hanya tersenyum kecil.
CTARRRR... "Kyaaaa!" Ayunan cambuk itu kembali beraksi. Airi merintih kesakitan.
Lalu, Miyusa engikat Airi dengan tali. Entah kenapa, Airi merasakan seolah-olah tali itu hidup. Setelah selesai, Miyusa pergi dari gudang.
"Maka dari itu, kamu mau ya?" kata Miyuki. "Sini, ikut aku! Akan kuperkenalkan kau kepada Konno," jawab Miyuki sambil menarik lengan Yuki ke arah Konno.
Konno melihat Yuki tanpa ekspresi dengan tatapan sinis. "Yuki..."
"Perkenalkan, aku Asami Konno dari kelas 2-2," kata Konno sambil tersenyum.
"Perkenalkan, aku Yuki Kazuki siswi 2-3," balas Yuki.
"Baikan, ya?" senyum Miyuki kepada mereka berdua. "Oh, ya! Untuk merayakannya bagaimana kalau kita makan dan jalan?" ajak Miyuki.
"Kalau begitu, ayo! Tapi sebentar, aku ambil tas dulu," jawab Konno lalu pergi.
Tak begitu lama, Konno datang dengan lari yang sangat kencang. "Yuk!" ajak Konno.
Saat dirumah makan mie ramen, Yuki mengawali pembicaraan. "Oh, ya! Kalian suka makan mie ramen?" tanya Yuki kepada Konno dan Yuki.
"Suka, suka banget malah," jawab Konno.
"Kita suka makan mie ramen itu sejak SD," lanjut Miyuki.
"Emang kamu juga suka makan mie ramen?" tanya Konno.
"Suka banget, sejak masih TK malah," kata Yuki.
"Oh, ya! Tadi pagi kenapa kamu sampai dilempar penghapus oleh Pak Ogata?" tanya Konno. Sunyi. Tak ada jawaban dari Miyuki.
"Hei!" bentak Konno. "Jawab pertanyaanku tadi, Miyuki."
"Eh... i... iya!" seru Miyuki. "Eng, aku hanya melamun saja, kok!"
"Ngelamunin apa?" tanya Yuki meneguk segelas teh.
"Aku cuma khawatir sama Miyusa," jawab Miyuki lirih.
Beberapa menit kemudian mereka meninggalkan kedai mie ramen itu. Ditengah perjalanan, Yuki berpamitan kepada Miyuki dan Konno. Tak lama, Konno juga pulang kerumahnya yang berlawanan arah dengan Miyuki.
"Bye," pamit Konno. Miyuki hanya melambaikan tangan pada Konno.
Dilain tempat, Airi Takahashi terkunci di dalam jeruji besi di dunia Deathland. Dengan lirih, gadis itu berkata, "Sesungguhnya... aku tidak pantas dikirim ke Neraka."
Terlihat sosok gadis berambut hitam panjang melintasi jeruji besi Airi. "Miyusa!" panggil Airi.
Miyusa menoleh ke arah Airi. Airi meminta tolong kepada Miyusa untuk membebaskannya dari jeruji besi itu.
Kemudian, terdengar suara orang bercakap-cakap.
" Gadis itu masih terkunci 'kan?"
"Tentu. Dia berusaha keluar dar jeruji besi itu."
"Apa gadis itu sangat kuat?"
"Tidak. Tapi dia pintar!"
"Baiklah. Suruh Miyusa untuk memberinya pelajaran di gudang."
"Baik."
Percakapan itu diakhiri dengan tawa.
Airi memohon kepada Miyusa, "Tolong keluarkan aku dari sini!"
Lalu, Black Diamond datang sambil memberikan sebuah cambuk kepada Miyusa. "Beri dia pelajaran, Miyusa!" seru Black Diamond. Miyusa mengangguk.
"Miyusa," panggil Airi.
Miyusa membuka pintu jeruji Airi. Lalu, ia menarik gadis itu dengan kuat dan dibawanya ke gudang.
"Miyusa! Mau kau apakan diriku ini!" bentak Airi.
Sesampainya digudang, Miyusa melempar Airi. Cambuk yang dipegang Miyusa diayunkan perlahan-lahan ke arah Airi. Kemudian, ia berhenti sejenak.
Kini, Miyusa mulai mengangkat cambuknya. Seolah-olah, cambuk itu terisi dengan kekuatan kegelapan. Dan...
"Black Thunder!" seru Miyusa.
CTARRR...... "Kyaaaaaaaaa!!" teriak Airi kesakitan. Seluruh tubuh Airi dipenuhi luka.
"Miyusa, ini Airi lho! Airi," kata Airi berusaha mengingatkan Miyusa. Miyusa hanya tersenyum kecil.
CTARRRR... "Kyaaaa!" Ayunan cambuk itu kembali beraksi. Airi merintih kesakitan.
Lalu, Miyusa engikat Airi dengan tali. Entah kenapa, Airi merasakan seolah-olah tali itu hidup. Setelah selesai, Miyusa pergi dari gudang.
Kenapa Miyusa tak menyadari keberadaan Airi? Tunggu kelanjutanya...

0 komentar:
Posting Komentar